Jumat, 07 Juni 2013

Strategi Pembelajaran


Rasa syukur yang dalam kami sampaikankehadiranTuhan Yang MahaPemurah,  karenaberkatkemurahanNyamakalahinidapat kami selesaikansesuai yang diharapkan.ShalawatsertasalamsemogaselalutercurahkankepadabagindakitaNabiBesar Muhammad SAW, kapadakeluarganyaparasahabatnyahinggakitaselakuumatnyasampaiakhirzaman. Selanjutnyamakalahinidiberijudul “Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pendidikanyang merupakansalahsatutugas yang diberikanolehDosenStrategi PembelajaranpadaFakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitasMathla’ulAnwar BantenTahunAkademik 2013
         Dalampenyusunanmakalahinitidakterlepasdaribantuandanbimbinganberbagaipihak, untukitupadakesempatanini kami inginmengucap rasa terimakasihkepada :
1.      Bapak H. Aceng Saepudin, S.Agselakudosenmatakuliah Strategi Pembelajaran padaFakultasKeguruan Dan IlmuPendidikan UNMA Banten
2.      Teman–temanmahasiswaseperjuangankhususnyaFakultas FKIP UNMA BantenTahunAkademik 2013
Dalam  prosespendalamanmateriini,  tentunya kami mendapatkanbimbingan, arahan, koreksidan saran.
Kami menyadaribahwadalampenyusunanmakalahinimasihsangatjauhdarikesempurnaan, untukitu saran dankritik yang bersifatkonstruktifsangat kami harapkangunaperbaikanpenulisanmakalah di masa yang akandatang.
Semogamakalahinidapatbergunabagikitasemua.



Cikaliung, 24April  2013

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................     i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................    1
A.    LatarBelakangMasalah............................................................................................    1
B.     RumusanMasalah.....................................................................................................    2
C.     TujuanPembahasan..................................................................................................    2
D.    SistematikaPenulisan...............................................................................................    2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................    4
A.    Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pendidikan ................................    4
B.     Pemanfaatan Sumber Belajar yang didesain dalam Pembelajaran .........................    7
C.     Pemanfaatan Sumber Belajar yang Non Desain dalam Pembelajaran.....................    4
BAB III PENUTUP..........................................................................................................    9
A.    Simpulan..................................................................................................................    9
B.     Saran ....................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 11

 
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sejak pertengahan decade 1970-an terdapat perkembangan yang pesat di bidang dan konsep teknologi pendidikan dan teknologi instruksional (pembelajaran) dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, tidak saja di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain seperti Canada, Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan tentunya juga di Indonesia. Konsep teknologi pendidikan menekankan kepada individu yang belajar melalui pemanfaatan dan penggunaan berbagai jenis sumber belajar.
Hal ini tentunya merupakan suatu pandangan yang baru atau yang bersifat inovatif, karena pandangan masyarakat pada umumnya mengenai pendidikan adalah bersifat konvensional yaitu mengkaitkan penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang terjadi atau berlangsung di dalam kelas, di mana sejumlah murid atau peserta belajar secara bersama-sama memperoleh pelajaran dari seorang guru atau instruktur. Guru atau intruktur tersebut berperan terutama sebagai satu-satunya sumber belajar yang paling dominan dalam proses pembelajaran tersebut. Hal ini seringkali berakibat menjadinya proses pemberian pelajaran oleh guru atau instruktur bersifat verbalistis, karena guru sangat dominan menggunakan lambang verbal dalam melaksanakan proses pembelajaran yang umumnya dilakukan melalui penggunaan metode ceramah. Begitu dominannya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah tersebut sehingga menyebabkan guru kurang mempunyai waktu untuk memberikan bimbingan dan bantuan dalam rangka memberikan kemudahan bagi murid-murid dalam kegiatan belajar mereka.
Di samping makin meluasnya penggunaan sumber belajar dalam proses pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, peran dan sumbangan teknologi pendidikan lainnya yang paling monumental dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran adalah dilaksanakannya sistem pendidikan terbuka (open learning) atau pendidikan/belajar jarak jauh (distance education).sebagai jaringan pembelajaran yang bersifat inovatif dalam sistem pendidikan.
  1. Rumusan masalah
Rumusan masalah yang ada pada penulisan makalah ini adalah:
1. Apa Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pendidikan ?
2. Bagaimana Pemanfaatan Sumber Belajar yang didesain dalam pembelajaran ?
3. Bagaimana Pemanfaatan Sumber Belajar yang non desain dalam pembelajaran ?
C. Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah tersebut, di dapat tujuan penulisan berupa?
1. Untuk mengetahui Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pendidikan
2. Untuk mengetahui Pemanfaatan Sumber Belajar yang didesain dalam pembelajaran
3. Untuk mengetahui Pemanfaatan Sumber Belajar yang non desain dalam pembelajaran
D.    Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan sebagai berikut :
A.    Latar belakang masalah
B.     Rumusan masalah
C.     Tujuan pembahasan
D.    Sistematika penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pembelajaran
B.     Pemanfaatan Sumber Belajar yang didesain Dalam Pembelajaran
C.     Pemanfaatan Sumber Belajar yang didesain Dalam Pembelajaran
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA

















BAB II
PEMBAHASAN
A. Karakteristik Bahan Ajar Dalam Standar Proses Pendidikan
Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, baik pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Suatu bahan pembelajaran yang baik memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri yang melekat pada bahan ajar yang disajikan (disusun) merupakan ciri khas yang membedakan antara bahan pembelajaran yang baik dengan bahan pembelajaran yang tidak baik.
Bahan pembelajaran yang baik memenuhi syarat substansial dan penyajian sebagai berikut:
a. Secara substansial bahan pembelajaran harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Sesuai dengan visi dan misi sekolah
Visi merupakan wawasan jauh ke depan yang menunjukkan arah bagi pencapaian tujuan. Sedangkan misi merupakan gambaran tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh lembaga, dalam hal ini sekolah/madrasah. Visi dan misi sekolah dalam pencapaiannya diwujudkan melalui proses pembelajaran, sedangkan proses pembelajaran dibanguna diantaranya karena adanya bahan pembelajaran. Oleh karena itu bahan pembelajaran yang disusun harus sesuai dengan visi, misi, karena bahan pembelajaran itu sendiri merupakan sarana materi yang akan disampaikan pada siswa dalam upaya mencapai visi dan misi sekolah.
2) Sesuai dengan kurikulum
Kurikulum yang dimaksud adalah seperangkat program yang harus ditempuh siswa dalam penyelesaian pendidikannya. Paling tidak, secara sempit kurikulum meliputi aspek tujuan/kompetensi, indikator hasil materi, metoda dan penilaian yang digunakan dalam proses pembelajaran. Bahan ajar, dalam hal ini merupakan pengembangan materi pembelajaran hendaknya senantiasa sesuai dengan tujuan/kompetensi, materi dan indikator keberhasilan.
3) Menganut azas ilmiah
Ilmiah yang dimaksud adalah bahan ajar tersebt disusun dan disajikan secara sistematis (terurai dengan baik) metodologis (sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan).
4) Sesuai dengan kebutuhan siswa
Bahan ajar merupakan hal yang harus dicerna dan dikuasai siswa. Dengan demikian bahan ajar disusun semata-mata untuk kepentingan siswa. Oleh karena itu, maka bahan ajar yang disusun hendaknya sesuai dengan kebutuhan siswa, yaitu sesuai dengan tingkat berpikir, minat, latar sosial budaya dimana siswa itu berada.
b. Memenuhi kriteria penyajian, yang meliputi:
1) Memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi
Bahan pembelajaran yang disusun hendaknya memiliki derajat keterbacaan yang tinggi, dalam arti bahasa yang disajikan menggunakan struktur kalimat dan kosa kata yang baik, bentuk kalimat sesuai tata bahasa, dan isi pesan yang disampaikan melalui huruf, gambar, photo dan ilustrasi lainnya memiliki kebermaknaan yang tinggi.
2) Penyajian format dan fisik bahan pembelajaran yang menarik
Format dan fisik bahan pembelajaran juga harus diperhatikan. Format dan fisik buku ini berkaitan dengan tata letak (layout), penggunaan model dan ukuran huruf, warna, gambar komposisi, kualitas dan ukuran kertas, penjilidan, dsb. Format dan fisik bahan ajar sebenarnya merupakan tanggung jawab penerbit (bila bahan ajar tersebut diterbitkan), tetapi sebaiknya penulis memiliki gagasan bagaimana format dan fisik bahan ajar yang diinginkan.
Istilah belajar sudah sangat akrab dengan kehidupan kita. Belajar, merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlangsung seumur hidup. Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya yang relatif permanen pada dirinya sendiri. Tentu saja, perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang positif.
Dalam pasal 1 no 20 Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”. Dari apa yang terdapat dalam Undang-Undang RI tentang Sisdiknas tersebut jelaslah bahwa sumber belajar, di samping pendidik, mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran hanya akan berlangsung apabila terdapat interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dan pendidik. Dengan kata lain tanpa sumber belajar maka pembelajaran tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan optimal, karena tidaklah mencukupi untuk mewujudkan pembelajaran bila interaksi yang terjadi hanya antara peserta didik dengan pendidik saja. Yang sangat diperlukan dari pendidik terutama adalah perannya dalam memberikan motivasi, arahan, bimbingan, konseling, dan kemudahan (fasilitasi) bagi berlangsungnya proses belajar dan pembelajaran yang dialami oleh peserta didik dalam keseluruhan proses belajarnya. Sedang sumber belajar berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajarinya. Oleh karena itu sumber belajar yang beraneka ragaam, di antaranya berupa bahan (media) pembelajaran memberikan sumbangan yang positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran.
B. Pemanfaatan Sumber Belajar yang Didesain dalam Pembelajaran
Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
Sumber belajar yang di desain merupakan sumber-sumber belajar yang secara khusus di kembangkan  sebagai “komponan sistem instruksional” yang diharapkan dapat membantu kemudahan kegiatan belajar yang bersifat formal ataupun non formal dan mempunyai tujuan tertentu. Dengan demikian sumber belajar jenis ini harus dianalisis, direncanakan, dan kemudian baru dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tujuan dan materi serta karateristik si belajar/siswa agar hasilnya benar-benar dapat memudahkan belajar.
Sumber belajar yang tinggal dimanfaatkan yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran namun dapat di temukan, diterapkan, dan digunakan untuk keperluan belajar.
            Dari beberapa definisi dan penjelasan tentang teknologi instruksional dapat diambil beberapa kesimpulan; bahwa teknologi instruksional menghasilkan sumber belajar  yang dapat digunakan untuk memperbaiki pengajaran. Terdapat fungsi-fungsi tertentu, misalnya pengembangan instruksional, produksi media, pengelolaan sumber belajar, penilaian program, dan sebagainya yang harus dijalankan oleh tenaga-tenaga tertentu dalam bidang teknologi instruksional
Sumber belajar yang didesain untuk keperluan belajar telah banyak dikenal orang. Namun demikan tidak semua sumber yang didesain untuk keperluan pendidikan. AECT dalam Miarso (1986: 88) disebutkan bahwa ada kesangsian apakah fasilitas yang ada dalam masyarakat, misalnya museum semuanya itu didesain khusus terutama untuk pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum. Kenyataan bahwa sumber-sumber ini dimanfaatkan untuk membantu belajar manusia, membuat semuanya itu menjadi sumber belajar.
C.    Pemanfaatan Sumber Belajar yang Non desain dalam Pembelajaran
Sumber belajar yang non desain yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

BAB III
PENUTUP
A.     SIMPULAN
Pusat sumber belajar adalah tempat atau wadah dimana media dan material pembelajaran dibuat, digunakan dan dievaluasi. Pusat sumber belajar merupakan sumber belajar yang dirancang secara sistematis dan diorganisir untuk mencapai tujuan atau kompetensi belajar.
Riwayat perkembangan sumber belajar di mulai dari Pada zaman praguru, sumber belajar utamanya adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok karena sumber belajar lainnya dianggap belum ada atau masih sangat langka (Sadiman, 1989: 143). Bentuk benda yang digunakan sebagai sumber belajar antara lain adalah : batu-batu, debu, daun-daunan, kulit pohon, kulit binatang dan kulit karang. Isi pesan itu sendiri ada yang disajikan dengan isyarat verbal dan ada yang menggunakan tulisan. lahirnya guru sebagai sumber belajar utama. Proses belajar tidak lagi ditangani oleh anggota keluarga, tetapi sudah diserahkan kepada guru. sumber belajar dalam bentuk cetak seperti buku, komik, majalah, koran, panplet. Sumber Belajar yang Berasal dari Teknologi Komunikasi. Teknologi dalam pendidikan populer dengan istilah audio visual, yakni pemanfaatan bahan-bahan audio visual dan berbentuk kombinasi lainnya dalam sistem pendidikan. Sumber belajar yang didesain dan dimanfaatkan untuk didesain khusus terutama untuk pembelajaran peserta didik sekolah dalam bidang yang sesuai dengan kurikulum.
B.     SARAN
            Demikian makalah ini dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran yang diampu oleh Bapak H. Asep Saepudin, S.Ag, M.M yang tentunya masih jauh dari kesempurnaan. Kami  sadar bahwa makalah ini merupakan proses dalam menempuh pembelajaran, untuk itu kami mengharapkan kritik serta saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Harapan pemakalah semoga makalah ini dapat dijadikan suatu ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Amin.



















DAFTAR PUSTAKA
Association for Educational Comunication Technology (AECT), Definisi Teknologi Pendidikan (Penerjemah Yusufhadi Miarso), Jakarta: C.V. Rajawali (Buku asli diterbitkan tahun 1977), 1986.
Heinich, R., M. Molenda, J.D. Russell, dan S.E Smaldino, Instructional Media and Technologies for Learning. Englewood Cliffs, New Jersey: Merril-an imprint of Prentice Hall, 1996
Kemp, Jerold E., Planning & Producing Audio Visual Materials, New York : Thomas Y. Crowell, 1975
Percival, Fred & Henry Ellington, A Handbook of Educational Technology, Kogan Page Ltd, 120 Pentonville Road, London., 1980.
Plomp, Tjeerd dan Donald P.Ely (Editor), International Encyclopedia of Educational Technology, Second Edition, Cambridge,UK: Cambridge University Press, 1996


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar